Lompat ke konten

Rapat Persiapan Wali Santri dan Maulid Nabi, PP Matsaratul Huda Matangkan Sejumlah Kebijakan Baru

Pamekasan – Pondok Pesantren Matsaratul Huda mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Rapat Wali Santri dan Murid sekaligus rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sejumlah kebijakan strategis yang berkaitan dengan tata kelola kepesantrenan hingga pembinaan santri menjadi fokus pembahasan dalam rapat yang digelar di Aula Pondok Pesantren Matsaratul Huda, Senin (6/7/2026).

Rapat tersebut dihadiri jajaran pengurus putra dan putri serta perwakilan lintas lembaga di bawah naungan Pondok Pesantren Matsaratul Huda. Forum itu menjadi wadah penyamaan persepsi sebelum berbagai kebijakan disampaikan secara resmi kepada wali santri pada agenda rapat mendatang.

Biro Kepesantrenan PP Matsaratul Huda, Ustadz Sufyan Assauri, mengatakan salah satu keputusan penting dalam rapat ialah penyampaian ketentuan baru mengenai persyaratan santri yang mengajukan berhenti dari pondok pesantren.

“Ada beberapa hal terkait persyaratan berhenti dari pondok pesantren yang akan kami sosialisasikan kepada wali santri pada rapat yang akan datang,” tegas Ustadz Sufyan Assauri.

Selain itu, peserta rapat juga mengevaluasi sekaligus membahas langkah-langkah optimalisasi berbagai program dan aktivitas kepesantrenan agar pelaksanaannya semakin efektif dan mampu meningkatkan kualitas pembinaan santri.

Tak hanya membahas santri mukim, rapat juga menghasilkan pembahasan mengenai kebijakan bagi murid non-santri, termasuk aturan bagi siswa yang akan mengundurkan diri maupun mengajukan mutasi ke sekolah lain. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan administrasi yang lebih tertib dan pelayanan yang lebih baik kepada seluruh peserta didik.

Sementara itu, Ketua Umum PP Matsaratul Huda, K. Rofiqi Fadhali, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pengurus pondok putra dan putri akan menggelar kegiatan sosialisasi bagi santri baru sebagai langkah awal pembinaan dan pengenalan kehidupan di lingkungan pesantren.

“Pengurus pondok putra dan putri akan menggelar sosialisasi kepada santri baru yang mencakup pengenalan Majelis Keluarga dan para Masyayikh Pondok Pesantren Matsaratul Huda, berbagai kegiatan kepesantrenan, serta tata tertib dan peraturan pesantren. Kegiatan ini bertujuan agar santri baru lebih mengenal lingkungan pesantren dan memahami seluruh aturan yang berlaku sejak awal masa belajar,” ujar K. Rofiqi Fadhali.

Melalui rapat persiapan ini, pengurus berharap seluruh agenda, mulai dari Rapat Wali Santri dan Murid hingga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dapat berlangsung tertib dan menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pesantren dengan wali santri. Berbagai kebijakan yang telah dirumuskan juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola Pondok Pesantren Matsaratul Huda dalam memberikan pelayanan pendidikan dan pembinaan kepada para santri.[Rosi-Repoter]