Pamekasan – Pondok Pesantren Matsaratul Huda (PP Matsda) Putra menggelar Kajian Ubudiyah selama dua hari pada masa libur panjang santri pasca ujian sekolah formal. Kegiatan yang dilaksanakan sesuai kalender pendidikan Yayasan ini menghadirkan Guru Tugas dari Pondok Pesantren Sidogiri dan Panyeppen, dengan fokus materi hari pertama Thaharah (bersesuci) dan hari kedua sholat beserta praktiknya, sebagai penguatan ibadah santri agar lebih dekat kepada Allah SWT.
Kajian Ubudiyah tersebut dilaksanakan pada 31 Desember dan diikuti oleh seluruh santri Pondok Pesantren Matsaratul Huda Putra. Sejak pagi hari, santri tampak antusias memadati area masjid pondok untuk mengikuti rangkaian kajian yang berlangsung dengan tertib dan khidmat.
Pada hari pertama, materi difokuskan pada Thaharah (bersesuci) yang mencakup tata cara wudhu, mandi wajib, serta hal-hal yang membatalkan kesucian. Materi ini disampaikan oleh Guru Tugas Panyeppen, Badruddin Alfaz, sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan ibadah, mengingat kesucian menjadi syarat sah sholat.
Sementara pada hari kedua, kajian berlanjut dengan materi sholat dan praktiknya yang disampaikan oleh Guru Tugas Sidogiri, Mohammad Husaen. Materi meliputi penjelasan rukun, syarat, hingga kesempurnaan gerakan dan bacaan sholat. Para santri juga dibimbing secara langsung untuk mempraktikkan tata cara sholat yang benar sesuai tuntunan fikih.
Pengurus Pondok Putra bagian Ubudiyah dan Ta’limiyah, Ust. Moh Andre Alfauzul, bersama pengurus lainnya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan ibadah santri selama masa libur panjang.
Ia menegaskan, melalui Kajian Ubudiyah ini, santri diharapkan tidak hanya memahami ibadah secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan kegiatan keagamaan di tengah masa libur ini menjadi upaya pondok pesantren untuk menjaga kontinuitas pembelajaran santri, sekaligus memperkuat karakter spiritual sebagai bekal utama dalam menempuh pendidikan di lingkungan pesantren.[ALIF-MMC]





