Matsda_ Pondok Pesantren Matsaratul Huda resmi menggelar Opening Gebyar Ramadhan yang dibuka langsung oleh Pengasuh, Dr. KH. Kholilurrahman, yang juga menjabat sebagai Bupati aktif Kabupaten Pamekasan. Momentum pembukaan ini berlangsung khidmat dan penuh semangat ruhani, menandai dimulainya rangkaian kegiatan Ramadhan di lingkungan pesantren.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Gebyar Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari tradisi Salafus Sholeh dalam melatih jiwa (riyadloh) agar terbiasa dengan kebaikan.
“Melatih jiwa dengan kebiasaan baik adalah tradisi para ulama terdahulu. Ramadhan adalah madrasah ruhani untuk membentuk karakter,” tegas beliau.
Beliau juga mengingatkan tentang dua nikmat yang sering membuat manusia merugi karena tidak dimanfaatkan dengan baik:
“Ada dua nikmat yang sering membuat manusia rugi: kesehatan dan kesempatan. Maka gunakan Ramadhan ini sebaik-baiknya.”
Santri Ditekankan Taat Aturan Pesantren
Sementara itu, Ketua Umum Pondok Pesantren Matsaratul Huda, K. Moh. Rofiqi Fadhali, S.Pd., menegaskan bahwa keikutsertaan santri dalam Gebyar Ramadhan merupakan bentuk nyata ketaatan terhadap sistem dan peraturan pesantren.
Menurut beliau, partisipasi aktif santri adalah bukti komitmen dalam menjalankan pendidikan karakter ala pesantren.
Sholat Jamaah Jadi Pondasi Utama
Tak kalah penting, Ketua Umum YP3M, KH. Abdul Wahid Mughni, memberikan pesan tegas agar seluruh santri yang aktif mengikuti kegiatan tetap menjaga sholat berjamaah.
“Sholat berjamaah adalah pondasi utama. Jangan sampai semangat kegiatan Ramadhan mengurangi kekuatan pondasi ibadah kita,” pesannya.
Acara Opening Gebyar Ramadhan 2026 ini juga dihadiri oleh beberapa element mulai dari Pengurus Yayasan, Kepala Lembaga, Direktur Lembaga serta guru tugas Sidogiri khusus Ramadhan yang berasal dari Surabaya, yang kemudian menutup rangkaian acara dengan doa penuh harap dan keberkahan.
Gebyar Ramadhan Matsaratul Huda tahun ini dipastikan menjadi momentum pembinaan spiritual dan penguatan karakter santri, selaras dengan tagline pesantren:
“Melestarikan Ajaran Salaf yang baik dan berinovasi dengan pembaharuan yang lebih baik.”





